Tentang Pembangunan…

oleh : Rofik Husen

Peradaban manusia mengalami perubahan dari pola yang sederhana ke pola yang lebih kompleks seiring dengan perubahan paradigma serta pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia.

Pada masa lalu, pusat peradaban seringkali dibangun di pinggiran sungai atau pantai, karena pada masa itu, air menjadi urat nadi perekonomian, sekaligus sarana transportasi yang banyak dilakukan.

Kondisi sumber daya alam secara umum pada saat itu masih melimpah karena tidak dieksploitasi secara berlebihan. Sumber Daya Alam hanya digunakan sesuai kebutuhan saja.

Masa penaklukan beberapa wilayah di Asia, Afrika, dan Amerika oleh bangsa Eropa yang dilanjutkan dengan revolusi industri secara siginifikan telah memulai era eksploitasi sumber daya alam ke arah yang tidak terkendali.

Dengan dalih guna kemajuan dan peradaban, hampir semua bangsa mengeksploitasi alamnya dengan berbagai cara guna menndapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Hingga pada akhirnya sebagian kecil negara terutama negara maju, menyadari kesalahan tersebut dan mulai memperbaiki cara memanfaatkan sumber daya alamnya agar tetap dapat memberi manfaat berupa kesejahteraan kepada warganya, namun sumber daya alam tersebut tetap tersedia sampai jangka waktu yang lama.

Tapi sangat disayangkan, bahwa jumlah negara yang memiliki kesadaran tersebut masih terbatas, karena sebagian besar negara lainnya terutama negara miskin, masih melakukan proses eksploitasi alam yang sekedar mengeruk manfaat dan tidak memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan dari proses tersebut.

Hal ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan pandangan manusia dalam melihat alam beserta seluruh yang terkandung didalamnya, meliputi biotik dan abiotik.

Sebagian besar manusia beranggapan bahwa seluruh alam beserta isinya tersedia untuk kebutuhan manusia, oleh karena itu maka manusia berhak melakukan apapun terhadap alam ini.

Sedangkan pendapat lainnya adalah bahwa alam ini diciptakan untuk seluruh makhluk yang ada di alam tersebut, oleh karena itu semua harus menempatkan diri sesuai proporsinya.

Tidak dilarang untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam yang tersedia, namun ketersediaannya tetap harus dijaga agar sumber daya alam tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia serta seluruh makhluk di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Pemanfaatan sumber daya alam bagi kebutuhan manusia sering disebut dengan pembangunan.

Pembangunan sebagaimana dikemukakan oleh Johan Iskandar adalah usaha-usaha terencana untuk mengubah kebudayaan manusia, yaitu usaha terencana untuk meningkatkan macam, kualitas, kuantitas yang harus dipenuhi bagi pemuasan kebutuhan utama dalam usaha peningkatan kesejahteraan hidup manusia.

Paradigma lama memaknai pembangunan hanya untuk kebutuhan pada masa sekarang dan tidak memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkannya pada masa yang akan datang.

Pada paradigma baru, pembangunan tidak lagi berorientasi pada masa sekarang tetapi juga memperhitungkan berbagai aspek guna ketersediaan sumber daya serta kemajuan di masa yang akan datang.
Yang demikian sering disebut pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan sebagaimana paparan Chay Asdak dalam bukunya Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan kita saat ini tanpa menghilangkan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Rusaknya alam, tidak terlepas dari kesalahan campur tangan manusia dalam mengelola alam. Alam yang seharusnya memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia, menjadi sumber bencana dan tidak lagi mensejahterakan manusia.

Oleh karena itu, pemahaman tentang pembangunan berkelanjutan harus terus disosialisasikan.

bersambung… (/RH)

manbaul-huda.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *