Pembangunan Berkelanjutan

oleh : Rofik Husen

Pembangunan adalah usaha-usaha terencana untuk mengubah kebudayaan manusia, yaitu usaha terencana untuk meningkatkan macam, kualitas, kuantitas yang harus dipenuhi bagi pemuasan kebutuhan utama dalam usaha peningkatan kesejahteraan hidup manusia. (Johan Iskandar : Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan)

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan kita saat ini tanpa menghilangkan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka. (Chay Asdak : Kajian Lingkungan Hidup Strategis)

Mengapa kebijakan maupun implementasi pembangunan di Indonesia belum sepenuhnya mengarah untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan ?

Sebagian besar pemangku jabatan dalam pemerintahan tidak menyadari atau bahkan tidak tahu makna lingkungan bagi kehidupan manusia dalam jangka waktu yang panjang.

Hanya sedikit dari pemangku jabatan yang sudah melek lingkungan, lebih banyak pemangku jabatan yang bersikap mengeksplorasi kekayaan alamnya demi keuntungan masa kini tanpa memperhitungkan dampaknya di masa yang akan datang.

Para pemangku jabatan seringkali hanya berfikir untuk kepentingan sesaat, kalaupun dia mempunyai pemikiran jangka panjang, belum tentu pemikiran yang dia rancang dan disusun secara sistematis akan dilanjutkan oleh pemangku jabatan penggantinya, sehingga tidak terjadi kesinambungan.

Akibat tidak adanya kesinambungan perencanaan & pelaksanaan pembangunan dari para pemangku jabatan yang nota bene panutan bagi masyarakat, maka akibatnya di level bawah, masyarakat juga melakukan hal yang sama, yaitu mengeruk kekayaan alam yang tersedia demi isi perut atau kekayaan tanpa pernah memikirkan dampak negatif dari eksplorasi itu baik terhadap lingkungannya di masa kini ataupun di masa yang akan datang.

Terjadinya eksplorasi alam secara membabi buta, mulai dari penebangan pohon, pengerukan batu bara, pengambilan tanah dari gunung & sungai, serta berbagi aksi eksplorasi lain baik yang berskala kecil maupun yang berskala besar terjadi akibat tidak adanya upaya penegakkan hukum yang serius dari aparat yang berwenang mengawasi kegiatan tersebut.

Seringkali mereka bereaksi hanya tatkala alam yang dikeruk tanpa aturan mengakibatkan korban manusia, seperti longsor di tempat pertambangan atau galian liar, sungai banjir dan meluap sampai ke perumahan penduduk akibat proses pengalihan fungsi lahan di hulu sungai dari hutan menjadi lahan pertanian, dan berbagai kegiatan lainnya, yang pada dasarnya memperkaya diri sendiri tanpa peduli pada kerusakan dan dampak yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.

Dengan demikian, guna mengatasi kesenjangan pemahaman antara kalangan akademisi dengan pemangku jabatan serta masyarakat dalam hal proses penyadaran pentingnya kegiatan pembangunan yang berkelanjutan, diperlukan suatu dialog rutin, sistematis, dan berjenjang agar dalam jangka waktu tertentu, semua fihak yang terkait menyadari peran dan posisi masing-masing dalam mewujudkan Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya ke arah yang lebih baik.

Apakah implementasi Pembangunan berkelanjutan dapat membuat pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia semakin jauh dibandingkan negara-negara maju ?

Pertumbuhan ekonomi bagi negara berkembang yang menerapkan pembangunan berkelanjutan, dalam jangka pendek hanya akan menghasilkan keuntungan yang sedikit. Tapi dalam jangka panjang, akan membuat negara tersebut stabil dan bertahan tanpa harus mengalami ketergantungan kepada negara industri, karena semua kebutuhannya telah tersedia.

Sebagaimana pendapat pendapat Prof. Otto Soemarwoto dalam bukunya Ekologi, Lingkungan Hidup, dan Pembangunan, bahwa pembangunan itu mempunyai tujuan jangka panjang, dalam arti bahwa kita tidak hanya membangun untuk kita sebagai generasi sekarang, tapi juga untuk anak cucu kita, generasi yang akan datang. Oleh karena itu harus disadari bahwa tanah air ini bukanlah milik kita sebagai warisan yang kita dapatkan dari nenek moyang kita, melainkan milik anak cucu kita.

Kita hanya dapat pinjaman dari mereka. Sebagai pinjaman, kita tidak boleh menggunakannya sesuka hati kita sampai habis.

Kita berkewajiban untuk mengembalikannya kepada anak cucu kita dalam keadaan yang baik ditambah dengan bunga sebagai imbalan nikmat yang kita dapatkan selama kita hidup di bumi ini.

Bila sebagian kecil saja, orang berfikir demikian, lalu pemikiran tersebut ditularkan kepada yang lain, lalu dilaksanakan dengan sepenuh hati, maka keadaan Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya akan semakin baik dan pulih seperti sedia kala. Sehingga bencana yang bersifat ekologis seperti banjir, longsor, dan berbagai bencana akibat kesalahan dalam mengelola alam akan dapat diminimalisir.
Semoga… (/RH)

manbaul-huda.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *