• 30/09/2019

7 Warna Pelangi #26

Ujian Semester oleh : Usep Saepullah Teguran ustadz Dzul Qarnain menghentakkan kesadaranku. Aku merasa seperti terlempar dari alam mimpi ke alam nyata. Purnomo, Iwan, dan semua temanku di Negeri Atap Awan bagaikan tokoh-tokoh imajinasi yang ada dalam khayal saja. Aku terhipnotis, aku merasa tersihir, tapi aku merasa bahagia sekali hidup di alam mereka. Aku harus…

Read More

7 Warna Pelangi #25

Teguran Pahit oleh : Usep Saepullah Seingatku, aku tidak pernah dipanggil satu kalipun ke ruang guru. Tapi hari ini aku dipanggil ustadz Dzul Qarnain untuk ke sana. Sebenarnya aku sering melihat beberapa santri dipanggil ke ruang guru, biasanya mereka hanya diminta tolong untuk mengerjakan sesuatu. Meskipun aku sudah berusaha berbaik sangka, tapi tetap tidak bisa…

Read More

7 Warna Pelangi #24

Pencurian Jaket oleh : Usep Saepullah Kami pura-pura memeriksa gembok pintu gerbang ketika kulihat seorang santri lewat menuju masjid. Tindakan kami tidak mencurigakan, karena Purnomo memang sudah terbiasa melakukan patroli. Semoga malam itu kami disangka sedang patroli dan sedang mengecek pintu gerbang. Kami berjalan sangat santai, seolah tidak terjadi apa-apa, obrolan kami yang ketika di…

Read More

7 Warna Pelangi #23

Belajar dari Jet Lee oleh : Usep Saepullah Umumnya para kutu buku. Setiap melihat huruf, bawaannya selalu ingin mengeja, setiap melihat buku maunya ingin membuka, setiap melihat koran atau majalah nalurinya ingin membaca. Dengan catatan, hurufnya masih bisa terbaca, serta bahasanya masih bisa dimengerti. Hal itu terjadi juga padaku. Siang ini, menjelang sore, aku melihat…

Read More

7 Warna Pelangi #22

Kryptonite oleh : Usep Saepullah Hari sabtu, seminggu setelah Iedul Adha yang jatuh pada hari yang sama. Sabtu 21 Mei 1994. Tidak terasa libur yang cukup panjang sudah selesai. Santri-santri dari berbagai daerah mulai berdatangan sejak hari jum’at kemarin, bahkan santri yang berasal dari luar pulau Jawa sudah datang sejak Kamis. Pesantren kembali ramai seperti…

Read More

7 Warna Pelangi #21

Pengrajin Kulit oleh : Usep Saepullah Iwan Kurniawan, contoh produk asli urang Sunda. Telisik saja namanya, ada pengulangan vocal ’wan’ di kedua namanya. Awalnya, kukira santri berambut landak itu keturunan chinese, karena matanya yang sipit dan kulitnya yang putih, tapi, begitu aku berkunjung ke rumahnya, prasangka itu pupus. ”Subhanallaah!!” Sungguh, di rumah Iwan ini, telah…

Read More

7 Warna Pelangi #20

Teori Nama oleh : Usep Saepullah Berbicara tentang nama, sebenarnya mudah sekali menebak seseorang itu berasal dari tataran Sunda atau bukan. Cukup perhatikan saja namanya, maka kawan akan menemukan jawabannya. Mari kuperkenal teori nama Sunda yang akan membuat kawan terkagum-kagum akan kecerdikan orang Sunda, atau mungkin kawan akan tertawa terpingkal-pingkal karena teori ini dianggap mengada-ada.…

Read More

7 Warna Pelangi #19

Purnomo oleh : Usep Saepullah Cerita masa kecil Purnomo sangat menakutkan, benar-benar membuatku merinding, penuh dengan kisah-kisah mistis. Jauh berbeda dengan masa kecilku, kisah-kisah mistis hanyalah sebaris dongeng agar kami takut dan menurut. Bola api santet merupakan pemandangan biasa baginya, pertarungan dengan berbagai macam jenis makhluk halus pernah ia lakoni, salah satunya kisah pertarungannya dengan…

Read More

7 Warna Pelangi #18

Pocoooong !!! oleh : Usep Saepullah Malam Jum’at Kliwon jam 11 malam. Malam ini begitu dingin, jaket tebalku hanya mampu membuat badanku sedikit hangat. Hawa dingin sesekali terasa menembus jaketku. Aku dan Purnomo berjalan menelusuri jalan tanah. Gelap, hanya cahaya purnama yang menerangi jalan. Setiap malam jum’at aku dan beberapa temanku berlatih beladiri di luar…

Read More

7 Warna Pelangi #17

Beri Aku Satu Bidadari oleh : Usep Saepullah ”Sep, tau bidadari enggak?” Tanya paman suatu waktu. Dulu, ketika aku masih berumur tujuh tahunan. “Bidadari? Bidadari itu apa mang?” Aku balik nanya. Waktu itu aku betul-betul tidak tahu. Sebelum dijelaskan paman, sempat terlintas di pikiranku bahwa bidadari itu nama suatu tempat, atau mungkin nama makanan, atau…

Read More

7 Warna Pelangi #16

Taman Surgawi oleh : Usep Saepullah Setiap kali keluar kamar asrama, aku selalu melangkah ke samping kanan kamar, sekitar lima langkah, lalu pandanganku akan langsung kutebar ke arah barat. Bukan, jangan berprasangka baik dulu, kawan. Pandanganku bukan langsung tertuju ke bangunan masjid yang berdiri kokoh di sana. Bukan pula ujung lancip puncak kubah masjid yang…

Read More

7 Warna Pelangi #15

Libur ‘Iedul Adha oleh : Usep Saepullah ”Kumaha Sep?” Tanya Purnomo dalam bahasa Sunda dengan logat yang kaku. Untuk percakapan singkat, ia selalu berusaha berbicara dengan bahasa Sunda sebisanya, hingga menghasilkan logat yang unik. Aku tidak menjawab, ragu. Satu minggu bukanlah waktu yang sebentar. Jika pulang kampung, dalam waktu satu minggu ini aku bisa melakukan…

Read More

7 Warna Pelangi #14

Hari Minggu bagi Kami oleh : Usep Saepullah Aku masih ingat betul ketika pertama kali mendaftar di pesantren setelah lulus SD. Waktu itu ayah juga yang mengantarku. Tidak ada yang memaksaku masuk pesantren, bukan pula bujuk rayu paman. Itu murni keputusanku. Beberapa test masuk kujalani, mulai dari test membaca Al-Qur’an, menulis huruf arab, dan beberapa…

Read More

7 Warna Pelangi #13

Duo Jail oleh : Usep Saepullah Menurut penuturan Iwan, sejak maghrib sampai isya listrik di asrama gedung A tiga kali padam. Aku tidak tahu itu, karena pada rentang waktu itu aku sedang berada di masjid. Mengaji. “Ini tidak seperlti biasanya, Sep.” “Mungkin ada yang korsleting listrik.” Iwan tidak memperpanjang obrolan itu, penjelasanku sepertinya masuk akal.…

Read More

7 Warna Pelangi #12

Puncak Kecewa oleh : Usep Saepullah Agaknya kekecewaanku terus berlanjut. Setelah tata letak gedung yang tidak beraturan, aku masih berharap kondisi di dalam kelas tidak seperti tampilan luar yang kusam dan tidak terawat. Ternyata di dalam kelas pun tidak jauh berbeda. Pintu kelas selalu berderit ketika ditutup dan dibuka. Meja dan kayu berwarna coklat, sudah…

Read More

7 Warna Pelangi #11

Negeri Atap Awan oleh : Usep Saepullah Ayah dan ibu sudah pulang. Di ujung jalan sana mereka ditelan angkot yang menuju Terminal. Tinggal aku sendirian menyesali perbuatanku, keputusanku untuk pindah ke pesantren ini. Benar-benar jauh dari yang kubayangkan. Mari kuceritakan alasan sebenarnya aku ingin menangis. Ketika kami menuju kamar yang akan kutempati, aku menyadari ada…

Read More

TIPIKALISASI PESANTREN PERSIS

oleh : Rofik Husen Keberadaan Pesantren Persis seiring perjalanan waktu, telah mendapat tempat khusus di mata masyarakat yang beririsan dengan Jamiyah Persatuan Islam, karena Pesantren Persis memiliki kekhasan yang ‘sedikit’ berbeda dengan pesantren lainnya. Walau sebarannya tidak merata dan hanya berkutat di Jawa Barat, namun perannya tidak bisa diabaikan, karena di beberapa tempat, Pesantren Persis…

Read More

7 Warna Pelangi #10

Pesantren Bentar oleh : Usep Saepulloh Usai pamit ke seluruh ustadz dan temanku, besok harinya aku melakukan perjalanan ke barat, dan terakhir kudapati diriku sudah berada di dalam bis, di sebuah terminal. Begitu terasa singkat perjalananku, aku bagai terlempar begitu saja ke sebuah terminal yang sangat sederhana ini. Pemandangan indah sepanjang perjalanan menuju Garut tidak…

Read More

Selamat Jalan Pak Habibie…

Selamat jalan Eyang… Terima kasih karena telah mengajarkan kerja keras, optimisme dan cinta…

Read More

7 Warna Pelangi #9

Keputusan Bodoh oleh : Usep Saepulloh Masa studiku di pesantren Persatuan Islam Tasikmalaya tinggal satu tahun lagi. Begitu libur panjang akhir tahun ini selesai, aku sudah berada di kelas tiga mu’allimien – setingkat aliyyah –. Waktu yang tidak tepat untuk memutuskan pindah sekolah. Karena itu aku harus memiliki beberapa alasan kuat untuk memutuskan pindah ke…

Read More